Jumat, 10 Juli 2015

Andai Engkau Tahu.. Papa..

Papa.. sudah tujuh bulan lebih engkau pergi..
Kutahu engkau tak akan kembali, namun rindu ini tak tahu harus kusimpan dimana.
Berharap suatu hari akan bertemu, di suatu tempat yg di janjikanNya.

Papa.. delapan tahun ini aku tahu engkau berusaha menjadi ayah sekaligus ibu buatku, bukan hal mudah bagi kita.. sama-sama kehilangan tapi aku yang selalu menuntut lebih.

Masih teringat dibenakku saat engkau berusaha menghiburku ketika kita semua akan melepas kepergian mama. Kau mengajakku berjalan mengelilingi Rumah Sakit sambil menjelaskan betapa kritisnya keadaan mama, dan bahwa kita harus melepasnya. Lalu ketika air mataku menetes kau berhenti di counter muffin, lalu menghiburku dengan sepotong kue muffin coklat. Saat itu aku tahu, aku akan kehilangan orang yang sangat berharga tapi aku masih memiliki orang yang akan selalu melindungiku seumur hidupnya.

Saat Wisata Kelurga

Pameran Buku Counter M2S

Papa.. tidak banyak yang kulakukan untuk membuatmu bangga dan bahagia. Aku selalu khawatir apakah aku cukup baik sebagai seorang anak? dengan pekerjaan yang kulakukan akankah membuatmu bangga? Seringkali kita berdebat tentang pekerjaanku, finansialku, tapi setiap kali aku butuh bantuan engkau selalu ada. Nasehatmu.. pandanganmulah yang membantuku menyelesaikan masalah.

Papa.. akulah yang selalu cengeng dan menangis ketika dihadapi masalah.. menangis karena tidak diterima kerja, lalu kau menyuruhku untuk berusaha. Menangis karena rindu masakan mama, lalu kau menyuruhku untuk memasak sendiri. Sampai  pada saat terakhir kau akan pergi.. aku menangis karena aku tidak bisa tegas pada pekerjaanku.. lalu kau mendidikku untuk tegas di hari-hari terakhirmu.

Papa.. sudah lama kau ingin melihatku memakai jilbab menutup aurat, namun baru kulaksanakan di hari-hari terakhir bersamamu. Dan satu hari terakhir itu kau hanya mengatakan bacalah Al-Qur’an selalu, karna kau tahu ketika kau pergi hanya Allah dan Al-Quran yang membimbingku dan memeberikan pertolongan, karna kau tak dapat lagi melindungiku.

Papa.. tak pernah kusampaikan bahwa aku ingin berterimakasih padamu atas segala yang kau lakukan dan kau berikan padaku dari mulai aku terlahir ke dunia ini. Engkau yang bekerja tak kenal lelah untukku agar aku dapat hidup layak, berpendidikan  dan sejahtera. engkau memberikan fasilitas untuk membuatku bahagia.. masa kanak-kanak yang menyengkan, masa remaja yang menyenangkan dan menjadi dewasa. Namun selanjutnya adalah tugasku sendiri untuk bahagia.

Papa.. Aku sayang padamu, satu kata yang tak pernah terucap oleh ku kepada dirimu.

Andai engkau tahu...
Gambar Rayya tentang keluarga dan kenangan bersama Kakeknya.

1 komentar:

  1. Hiks, aku nangis baca ini T.T
    Semoga Papa dan Mama bahagia di dunia sana. Aamiin

    BalasHapus