Papa.. sudah tujuh bulan lebih engkau pergi..
Kutahu engkau tak akan kembali, namun rindu ini tak tahu
harus kusimpan dimana.
Berharap suatu hari akan bertemu, di suatu tempat yg di
janjikanNya.
Papa.. delapan tahun ini aku tahu engkau berusaha menjadi ayah
sekaligus ibu buatku, bukan hal mudah bagi kita.. sama-sama kehilangan tapi aku
yang selalu menuntut lebih.
Masih teringat dibenakku saat engkau berusaha menghiburku ketika kita semua akan melepas kepergian mama. Kau mengajakku berjalan mengelilingi Rumah Sakit sambil menjelaskan betapa kritisnya keadaan mama, dan bahwa kita harus melepasnya. Lalu ketika air mataku menetes kau berhenti di counter muffin, lalu menghiburku dengan sepotong kue muffin coklat. Saat itu aku tahu, aku akan kehilangan orang yang sangat berharga tapi aku masih memiliki orang yang akan selalu melindungiku seumur hidupnya.
![]() |
| Saat Wisata Kelurga |
Papa.. tidak banyak yang kulakukan untuk membuatmu bangga
dan bahagia. Aku selalu khawatir apakah aku cukup baik sebagai seorang anak? dengan
pekerjaan yang kulakukan akankah membuatmu bangga? Seringkali kita berdebat
tentang pekerjaanku, finansialku, tapi setiap kali aku butuh bantuan engkau
selalu ada. Nasehatmu.. pandanganmulah yang membantuku menyelesaikan masalah.
Papa.. akulah yang selalu cengeng dan menangis ketika
dihadapi masalah.. menangis karena tidak diterima kerja, lalu kau menyuruhku
untuk berusaha. Menangis karena rindu masakan mama, lalu kau menyuruhku untuk
memasak sendiri. Sampai pada saat
terakhir kau akan pergi.. aku menangis karena aku tidak bisa tegas pada
pekerjaanku.. lalu kau mendidikku untuk tegas di hari-hari terakhirmu.
Papa.. sudah lama kau ingin melihatku memakai jilbab menutup
aurat, namun baru kulaksanakan di hari-hari terakhir bersamamu. Dan satu hari
terakhir itu kau hanya mengatakan bacalah Al-Qur’an selalu, karna kau tahu
ketika kau pergi hanya Allah dan Al-Quran yang membimbingku dan memeberikan
pertolongan, karna kau tak dapat lagi melindungiku.
Papa.. tak pernah kusampaikan bahwa aku ingin berterimakasih
padamu atas segala yang kau lakukan dan kau berikan padaku dari mulai aku
terlahir ke dunia ini. Engkau yang bekerja tak kenal lelah untukku agar aku
dapat hidup layak, berpendidikan dan
sejahtera. engkau memberikan fasilitas untuk membuatku bahagia.. masa
kanak-kanak yang menyengkan, masa remaja yang menyenangkan dan menjadi dewasa. Namun
selanjutnya adalah tugasku sendiri untuk bahagia.
Papa.. Aku sayang padamu, satu kata yang tak pernah terucap
oleh ku kepada dirimu.
Andai engkau tahu...




